Minggu, 10 Mei 2009

CARA BEDAIN PRIA DAN COWOK

Hasil di bawah ini sudah melalui penelitian bertahun-tahun dengan jumlah peserta yang hampir mencapai 100 jt, So hasil ini akurat dan dapat di percaya..

P = Pria , C = Cowok

P : Tahu jelas lima tahun lagi ia mau jadi apa
C : Tidak jelas lima menit lagi ia mau berbuat apa

P : Jago membuat wanita merasa tenang
C : Jago membuat cewek merasa senang

P : Bacaannya Jhon Grisham, mainannya golf, tontonannya CNN
C : Bacaannya Harry Potter, mainannya bilyar, tontonannya MTV

P : Sebelum umur 30 sudah banyak uang
C : Sebelum umur 30 sudah banyak dosa

P : Seimbang antara penghasilan dan pemasukan
C : Seimbang antara hutang dan pembayaran minimum

P : Mendukung emansipasi wanita, tapi tetap membayari bon makan wanita
C: Mendukung emansipasi wanita dengan membiarkan wanita bayar sendiri

P : Punya akuntan, penjahit dan dokter langganan
C : Punya salon, kafe dan bengkel langganan

P : Meminta Anda nimbrung ngobrol kalau mamanya menelepon
C : Pura-pura Anda tidak bersamanya jika mamanya menelepon

P : Putus dengan pasangannya sambil berjabatan tangan dan mengakui
sulitnya menjembatani perbedaan antar mereka berdua, diiringi ucapan,
"Kita tetap bisa berteman selamanya."
C : Putus dengan pasangannya sambil kabur dari rumah, merokok
berbatang-batang, plus ucapan, "Jangan undang aku ke pernikahanmu
nanti!"

P : Mencintai wanita 10 % pada pertemuan awal dan meningkat terus
C : Mencintai wanita 100 % pada pertemuan awal dan menurun terus

P : Berpikir dewasa seperti orang usia 40 tahun saat berusia 17 tahun
C : Berpikir kekanakan seperti orang usia 17 tahun saat berusia 40 tahun

P : Bisa menang hanya dengan otak dalam konflik
C : Cuma bisa ngamuk, adu mulut, n adu otot kalo konflik

P : Mikirnya "Aku masih kurang pengetahuan, harus belajar lebih banyak"
C : Mikirnya "Aku yang terhebat di muka bumi, siapapun aku hadapin !!!"

P : Otak no 1, digabungin otot kalo kepaksa
C : Otot no 1, ditambah otak, itupun kalo punya

Buat yang membaca jangan lar tersinggung , buat yang sudah terlanjur tersingguh jangan mendendam , buat yang sudah terlanjur mendendam,, bertobat lar dan segera menjadi Pria.. hehe.. Salam Peace.. Damai

Sumber : http://pondok-cerita.blogspot.com/

KISAH KUPU-KUPU

Suatu ketika, terdapat seorang pemuda di tepian telaga. Ia tampak termenung. Tatapan matanya kosong, menatap hamparan air di depannya. Seluruh penjuru mata angin telah di lewatinya, namun tak ada satupun titik yang membuatnya puas. Kekosongan makin senyap, sampai ada suara yang menyapanya. Ada orang lain disana.
“Sedang apa kau disini anak muda?” tanya seseorang. Rupanya ada seorang kakek tua. “Apa yang kau risaukan..?” Anak muda itu menoleh ke samping, “Aku lelah Pak Tua. Telah berkilo-kilo jarak yang kutempuh untuk mencari kebahagiaan, namun tak juga kutemukan rasa itu dalam diriku. Aku telah berlari melewati gunung dan lembah, tapi tak ada tanda kebahagiaan yang hadir dalam diriku. Kemana kah aku harus mencarinya? Bilakah kutemukan rasa itu?”
Kakek Tua duduk semakin dekat, mendengarkan dengan penuh perhatian. Di pandangnya wajah lelah di depannya. Lalu, ia mulai bicara, “di depan sana , ada sebuah taman. Jika kamu ingin jawaban dari pertanyaanmu, tangkaplah seekor kupu-kupu buatku. Mereka berpandangan. “Ya…tangkaplah seekor kupu-kupu buatku dengan tanganmu” sang Kakek mengulang kalimatnya lagi.
Perlahan pemuda itu bangkit. Langkahnya menuju satu arah, taman. Tak berapa lama, dijumpainya taman itu. Taman yang yang semarak dengan pohon dan bunga-bunga yang bermekaran. Tak heran, banyak kupu-kupu yang berterbangan disana. Sang kakek, melihat dari kejauhan, memperhatikan tingkah yang diperbuat pemuda yang sedang gelisah itu.
Anak muda itu mulai bergerak. Dengan mengendap-endap, ditujunya sebuah sasaran. Perlahan. Namun, Hap! sasaran itu luput. Di kejarnya kupu-kupu itu ke arah lain. Ia tak mau kehilangan buruan. Namun lagi-lagi. Hap!. Ia gagal. Ia mulai berlari tak beraturan. Diterjangnya sana-sini. Ditabraknya rerumputan dan tanaman untuk mendapatkan kupu-kupu itu. Diterobosnya semak dan perdu di sana . Gerakannya semakin liar.
Adegan itu terus berlangsung, namun belum ada satu kupu-kupu yang dapat ditangkap. Sang pemuda mulai kelelahan. Nafasnya memburu, dadanya bergerak naik-turun dengan cepat. Sampai akhirnya ada teriakan, “Hentikan dulu anak muda. Istirahatlah.” Tampak sang Kakek yang berjalan perlahan. Tapi lihatlah, ada sekumpulan kupu-kupu yang berterbangan di sisi kanan-kiri kakek itu. Mereka terbang berkeliling, sesekali hinggap di tubuh tua itu.
“Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Berlari dan menerjang? Menabrak-nabrak tak tentu arah, menerobos tanpa peduli apa yang kau rusak?” Sang Kakek menatap pemuda itu. “Nak, mencari kebahagiaan itu seperti menangkap kupu-kupu. Semakin kau terjang, semakin ia akan menghindar. Semakin kau buru, semakin pula ia pergi dari dirimu.”
“Namun, tangkaplah kupu-kupu itu dalam hatimu. Karena kebahagiaan itu bukan benda yang dapat kau genggam, atau sesuatu yang dapat kau simpan. Carilah kebahagiaan itu dalam hatimu. Telusuri rasa itu dalam kalbumu. Ia tak akan lari kemana-mana. Bahkan, tanpa kau sadari kebahagiaan itu sering datang sendiri.”
Kakek Tua itu mengangkat tangannya. Hap, tiba-tiba, tampak seekor kupu-kupu yang hinggap di ujung jari. Terlihat kepak-kepak sayap kupu-kupu itu, memancarkan keindahan ciptaan Tuhan. Pesonanya begitu mengagumkan, kelopak sayap yang mengalun perlahan, layaknya kebahagiaan yang hadir dalam hati. Warnanya begitu indah, seindah kebahagiaan bagi mereka yang mampu menyelaminya. ***
Mencari kebahagiaan adalah layaknya menangkap kupu-kupu. Sulit, bagi mereka yang terlalu bernafsu, namun mudah, bagi mereka yang tahu apa yang mereka cari. Kita mungkin dapat mencarinya dengan menerjang sana-sini, menabrak sana-sini, atau menerobos sana-sini untuk mendapatkannya. Kita dapat saja mengejarnya dengan berlari kencang, ke seluruh penjuru arah. Kita pun dapat meraihnya dengan bernafsu, seperti menangkap buruan yang dapat kita santap setelah mendapatkannya.
Namun kita belajar. Kita belajar bahwa kebahagiaan tak bisa di dapat dengan cara-cara seperti itu. Kita belajar bahwa bahagia bukanlah sesuatu yang dapat di genggam atau benda yang dapat disimpan. Bahagia adalah udara, dan kebahagiaan adalah aroma dari udara itu. Kita belajar bahwa bahagia itu memang ada dalam hati. Semakin kita mengejarnya, semakin pula kebahagiaan itu akan pergi dari kita. Semakin kita berusaha meraihnya, semakin pula kebahagiaan itu akan menjauh.
Cobalah temukan kebahagiaan itu dalam hatimu. Biarkanlah rasa itu menetap, dan abadi dalam hati kita. Temukanlah kebahagiaan itu dalam setiap langkah yang kita lakukan. Dalam bekerja, dalam belajar, dalam menjalani h id up kita. Dalam sedih, dalam gembira, dalam sunyi dan dalam riuh. Temukanlah bahagia itu, dengan perlahan, dalam tenang, dalam ketulusan hati kita.
Saya percaya, bahagia itu ada dimana-mana. Rasa itu ada di sekitar kita. Bahkan mungkin, bahagia itu “hinggap” di hati kita, namun kita tak pernah memperdulikannya. Mungkin juga, bahagia itu berterbangan di sekeliling kita, namun kita terlalu acuh untuk menikmatinya.
Sumber:http://mbakmaya.com/kampanyedamaipemiluindonesia2009/2009/05/kisah-kupu-kupu/

Senin, 16 Maret 2009

SMK WIWOROTOMO PURWOKERTO ADAKAN DOA BERSAMA DALAM RANGKA SUKSES UJIAN TH.2009

Jelang UN, SMK Wiworotomo Purwokerto geelar Doa Bersama. Sebanyak 1.300 siswa SMK Wiworotomo Purwokerto menggelar doa bersama di halaman sekolah, Jumat 20/2 pagi kemarin. Acara tersebut digelar untuk memotivasi dan menambah keyakinana siswa guna manghadapi Ujian Nasional (UN) dan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Jawa Tengah.

Doa bersama dipimpin Kyai Imam Mujahid, pengasuh Pondok Pesantren Karangsalam Purwokerto. Kegiatan itu diikuti siswa kelas 1,2, dan 3 serta Karyawan dan para guru SMK Wiworotomo.

Kepala Sekolah SMK Wiworotomo Purwokerto Drs. Susilo Riyantono, M.T. mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk memotifasi para siswa agar biasa sukses dalam UN. “Selain itu, kami juga mengharap dengan doa bersama ini, siswa SMK Wiworotomo yang akan berangkat mengikuti LKS SMK Jateng, yang akan digelar di Magelang 24-28 Februari 2009 mendatang, bisa membawa pulang hasil yang bagus, ” imbuhnya.

Menurut dia, dengan doa bersama menjelang pelaksanaan UN, seluruh siswa diharapkan bisa menghadapi UN dengan baik. ” Tahun lalu, tingkat kelulusan di SMK Wiworotomo mencapai 99,17 persen. Diharapkan tahun ini, tingkat kelulusan bisa mencapai 100 persen”, tandasnya.

Tak hanya, itu keberhasilan SMK Wiworotomo menyapu bersih kejuaraan LKS ditingkat Kabupaten bisa kembali terulang di tingkat Provinsi.” Dalam LKS tingkat kabupaten kami mampu meraih juara 1 lomba Autocad, kelistrikan juara I dan II, lomba pemesinan juara I dan juara harapan lomba otomotif,” jelasnya.

Doa bersama yang digelar mulai pukul 07.00 hingga pukul 09.00 tersebut, selain pembacaan doa juga diberikan siraman rohani agar keyakinan siswa untuk menghadapi UN lebih tinggi. Siraman rohani diberikan oleh Kyai Imam Mujahid.

Terpisah Waka Kurikulum SMK Wiworotomo Purwokerto Sudali menjelaskan, agenda doa bersama menjelang UN merupakan agenda tahunan. ” Dilibatkannya siswa kelas I dan II adalah untuk memotivasi kakak kelasnya agar bisa maksimal dalam mengikuti UN .” tambahnya.

(Telah diterbitkan di Radar Banyumas 21/2)

Selasa, 25 November 2008

SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA SMK WIWOROTOMO PURWOKERTO

NAMA SAAT PENDIRIAN : STM PURWOKERTO

NAMA SETELAH PERUBAHAN : STM WIWOROTOMO BERSUBSIDI PURWOKERTO

NAMA SEKARANG : SMK WIWOROTOMO PURWOKERTO

Diawali dari keberadaan Lembaga Pendidikan Teknik Tingkat Menengah (STM) hingga dekade 1958 di Purwokerto belum ada satupun,baik yang diselenggarakan Masyarakat (Swasta) maupun yang diselenggarakan Pemerintah ( Negeri ) ; Sedangkan animo lulusan ST-SMP pada saat itu yang berminat melanjutkan studi ke STM cukup tinggi dan terpaksa harus ke Ibu Kota Propinsi seperti halnya Ke Semarang, Yogyakarta ataupun Bandung.

Dari dasar tersebut untuk menunjang animo Wilayah Banyumas serta atas saran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Banyumas dan para tokoh masyarakat serta peran Instansi terkait didirikan satu Panitia Pendiri STM Swasta di Purwokerto yang dikenal dengan STM Purwokerto, dan Panitia Pendiri bertindak sebagai Badan Penyelenggara Sekolah

Pendirian Sekolah ini segera dilaporkan ke Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia serta dilakukan hubungan teratur dengan harapan agar pada batas waktu tertentu dapat diproses penegeriannya. Tanggapan Pihak Departemen terhadap Sekolah ini cukup baik yang dibuktikan dengan pemberian Bantuan Subsidi terhitung mulai tanggal 1 Agustus 1961 dengan demikian Sekolah berstatus Bersubsidi sesuai dengan Surat Keputusan Nomor : 68772 /B.II tanggal 20 Desember 1961.

Perkembangan sekolah seutuhnya sangat dirasakan manfaatnya maka dengan bekerja sama dengan Instansi terkait mulai tahun 1965 dapat diusahakan tanah seluas = 1,5 Ha. di Desa Rejasari yang kemudian dibangun Gedung permanen untuk 7 lokal Teori dan 1 lokal Ruang Gambar, 1 ruang Guru dan 2 ruang Kepala Sekolah dan 2 ruang Kantor Tata Usaha yang pelaksanaan pembangunannya diserahkan kepada CV. Haruman Bandung.

Dengan Surat Keputusan No: 402/II/1968 tanggal 26 Februari 1968 sambil menunggu Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah me-Negeri-kan 2 Jurusan pada STM Bersubsidi Purwokerto, yaitu :

v Jurusan Bangunan Gedung dan Bangunan Air - ( Negeri )

v Jurusan Mesin dan Listrik - ( Subsidi )

Masing-masing dipimpin oleh Kepala Sekolah sendiri – sendiri

Dengan pertimbangan bahwa Jurusan Mesin dan Listrik Fasilitas Praktik-nya belum memenuhi persyaratan STM Negeri - STM Bersubsidi pindah lokasi dari Komplek Jl.Jendral Gatot Soebroto ke Jalan Raya Barat Kalibogor terhitung mulai sejak Tahun Ajaran 1969/1970 dengan sepengetahuan Bupati Kepala Daerah Tk.II Kab. Banyumas.

Pada Tahun 1976 STM Negeri pindah lokasi ke Jl. Jendral Gatot Soebroto sedangkan STM Subsidi tetap menggunakan lokasi di Jl. Jendral Soedirman Barat (Raya Barat) Desa Rejasari Kalibogor hingga sekarang dan secara bertahap pembangunan diteruskan oleh BP-3 STM Subsidi dan diteruskan oleh Yayasan Penyelenggara Sekolah.

Pada Tahun 1977 sesuai dengan Petunjuk Dirjen PDM Depdikbud RI di Jakarta, maka Sekolah diberi Pengenal ” Wiworotomo ” dengan Surat Keputusan No. : 55100/D.77 tanggal: 4-10-1977 dengan berbagai pertimbangan maka Jurusan yang ada ditambah dan dilengkapi atas dasar studi kelayakan pada kriteria pembukaan Program Studi / Jurusan Baru pada Dirjen Dikdasmen Depdikbud Jakarta, maka dibukalah Jurusan Bangunan Gedung /Bangunan Air terhitung Tahun Ajaran 1976/1977 ; namun demikian dengan adanya perubahan dan tuntutan Kurikulum maka pada Tahun Ajaran 1985/1986 khusus Jurusan Bangunan Air ditutup dengan pertimbangan tertentu. Masyarakat lebih mengenal dengan nama SMK Wiber ( Wiworotomo Bersubsidi). Pada tahun Pelajaran 1998 / 1999 dibuka program keahlian baru Teknik Mekanik Otomotif, dan pada tahun 2005 / 2006 Program Keahlian Teknik Konstruksi Bangunan animo pendaftar kurang sehingga sampai tahun pelajaran 2008 / 2009 ada tiga program Keahlian yaitu 1. Teknik Pemanfaatna Tenaga Listrik (8 kelas), 2. Teknik Pemesinan (11 kelas0 dan 3. Teknik Mekanik Otomotif (13 kelas), total 33 kelas dengan jumlah siswa 1312.

PERUBAHAN STATUS :

1. Pada Tahun Ajaran 1995-1996

Status Sekolah Diakui dibawah Nomor Data Sekolah (NDS) C. 37034301

dengan Klas maksimum = 27 Kelas

2. Pada Tahun Ajaran 2001-2002

Status Sekolah Diakui dibawah Nomor Data Sekolah (NDS) 4203360001 No.37/C/Kep. MN/96 dengan Klas maksimum = 28 Kelas

3. Pada Tahun Diklat 2002-2003

Status Sekolah Disamakan Dengan Surat Keputusan No. 890/0735/2002 Tgl.11-2-2002 dibawah Nomor Data Sekolah (NDS) 4203360001 No.37/C/Kep.MN/96 dengan Klas maksimum = 27 Kelas

4. Pada Tahun Diklat 2003-2004

Penilaian Kinerja Sekolah “ Amat Memuaskan “ dari Hasil Monitoring & Evaluasi dari Tim ME Kanwil Dinas Pendidikan sesuai Surat Keputusan No. 420/04180 Tgl.26-5-2002 dibawah Nomor Data Sekolah (NDS) 4203360001 dengan Klas maksimum = 28 Kelas.

5. Pada Tahun Pelajaran 2006-2007

Pada tanggal 05 Januari 2007 Badan Akreditasi Sekolah menetapkan :

a. Jurusan Teknik Instalasi Listrik terakreditasi “A” dengan nilai 86,30 (Amat Baik)

b. Jurusan Teknik Mekanik Otomotif terakreditasi “A” dengan nilai 85,68 (Amat Baik)

c. Jurusan Teknik Mekanik Pemesinan terakreditasi “A” dengan nilai 87,50 (Amat Baik)

Sekilas perjalanan sejarah secara singkat dapat disajikan sekolah hingga saat ini semoga dapat bermasnfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

Kamis, 16 Oktober 2008

The Importance of Information Technology for Student.

Good morning ladies and gentlemen,
Thanks to our god for giving us healthy.
Ok, my name is Bramanti Nadya Kausara, I am from Sokanegara I elementary school Purwokerto.
I would tell you about The Importance of Information Technology for Student.
The government have decided 2015 as millennium development goals era or we call it globalization era, following the increase the quality of human resource in many field. In educational field it should be create good quality generation. So the introduction of knowledge and technology are given to the elementary students.
Internet is one source that can help student to know the knowledge and technology. It is a connection system inters the computer network which is widely open. This system can help student to get a lot of information about everything. One of the examples is the students can get supplement material for school from the internet and the student also can collect data and information that base on the school task.
Beside internet makes communication easily and quickly. Internet also can rise up student’s performance in school. Knowledge which is get from the internet can be maximizing the potential of student, so they can be a good generation.

I think that’s all from me and I hope it will give us some advantages
If there is a mistake please for give me, thanks’ for your attention.
Good bye.

Bramanti Nadya Kausara
Kelas 4 SD
Teks Lomba Pidato Bahasa Inggris Tingkat SD di SMPN 2 Purwokerto

Cerpen: Melihat Cahaya dari Balik Jendela

Adzan dzuhur berkumandang, Wisnu beserta teman-temannya segera mengambil air wudhu dan mengerjakan shalat di masjid Jamiatul Ikhsan di Pondok Pesantren Nur Iman, letak pondok pesantren itu tidaklah jauh dari sekolah Wisnu. Tiga hari kedepan Wisnu dan teman-temannya akan mengikuti serangkaian kegiatan Rohani Islam “rohis” di bulan Ramadhan, dan Wisnu menjadi ketua rohis untuk kegiatan kali ini.
Setelah selesai shalat berjamaah dengan para santri pondok pasantren yang jumlahnya berkisar 400 santri, Wisnu dan teman-temannya segera masuk ruang pertemuan untuk mengikuti ceramah yang akan disampaikan Abu Faiz, pengasuh pondok pesantren. Abu Faiz akan berceramah tentang Zakat. Sebelum menyampaikan materi, Abu Faiz tiba-tiba meminta pada para peserta untuk mendoakan 21 korban insiden pembagian zakat di Pasuruan, Jawa Timur. Semua peserta pun larut dalam doa. Terlihat jelas gambar kesedihan di wajah mereka. Tidak luput, airmata Wisnu pun luruh dan bergulir membasahi wajahnya sebelum jatuh di pangkuan. Wisnu merasakan kesedihan yang menyesakan dadanya, kesedihan yang telah lama dikenalnya, kesedihan yang telah lama ditinggalkannya, tapi tiba-tiba hadir kembali.
Airmata Wisnu semakin mengalir deras tatkala ia melihat rekaman video insiden pembagian zakat di pasuruan yang ditayangkan panita lewat sebuah proyektor. Wisnu tidak kuasa melihat kejadian mengenaskan itu. Kesedihan yang akut semakin jadi mengobrak-abrik jiwa Wisnu.
“Semestinya semua itu tidak terjadi,” kata hati Wisnu yang semakin tersayat, ketika menyaksikan sekelompok ibu-ibu dan nenek-nenek yang kehabisan nafas di antara ribuan orang yang mengantri pembagian zakat dari seorang saudagar kaya, H. Syaikon.
Perasaan Wisnu semakin tidak menentu, nuraninya ingin sekali memarahi saudagar kaya itu. Saudagar kaya yang menurut Wisnu sombong, sepertinya berzakat adalah cara untuk menunjukkan kekayaannya pada orang lain, sebab jika ia mempercayakan zakatnya Basiz pastilah tidak akan ada nyawa yang melayang.
“Sungguh tidak manusiawi, 21 nyawa melayang demi uang sebesar 20 ribu. Apakah Tuhan akan menerima amal zakat seperti ini?” tanya hati Wisnu.
“Wis, kenapa kau tampak begitu sedih?” tanya Amin, sahabat dekatnya, yang duduk disampingnya, Wisnu pun tersentak kaget dari lamunannya.
“Karena aku tahu bagaimana rasanya kehilangan orang yang paling kita sayangi, kehilangan yang disebabkan oleh sikap sombong orang yang sok dermawan, kehilangan dari peristiwa yang seharusnya tidak sampai merenggut nyawa” jawab Wisnu terbata-bata sambil mengusap airmata yang terus membasahi wajahnya.
Amin terdiam. Amin tidak punya keberaniaan untuk memberikan pertanyaan kepada wisnu. Amin merasakan kesedihan dan penderitaan yang tengah berkecamuk di dada sahabatnya, penderitaan dan kesedihan yang hanya bisa dirasakan oleh orang yang tengah mengalaminya. Amin tahu pasti apa yang ada dalam benak sahabat dekatnya itu: Wisnu pasti teringat ibunya yang telah meninggalkannya saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia membiarkan sahabatnya menangis, menumpahkan semua kesedihan dengan airmata, karena airmata adalah bahasa kesedihan manusia yang paling purba.
Tidak lama setelah pemutaran insiden pembagian zakat yang mengenaskan tersebut. Abu Faiz memberikan uraian tentang; makna dan prosedur pembagiaan zakat yang disukai Allah. Penjelasan Abu Faiz sangat menarik, sehingga para peserta pun antusias mendengarkannya. Semua peserta seperti terhipnotis; Abu Faiz sungguh ustadz yang luar biasa.
Tapi, di antara para peserta yang konsentrasi menyimak penjelasan Abu Faiz, Wisnu adalah peserta yang sudah kehilangan konsentrasi. Kesedihan Wisnu membuatnya kehilangan keseimbang, seolah-olah ia sedang hidup di masa lalu, masa yang telah dilalui dengan berat karena ia telah kehilangan ibunya.
Wisnu tersentak kaget ketika ceramah Abu Faiz selelesai dan acara dilanjutkan dengan tanya jawab.
“Astafirullah,” Wisnu bergumam, insaf atas kelalaiannya membiarkan pikirannya diseret ke masa lalu, sampai lupa tujuan hakikatya ia mendengarkan ceramah dari Abu Faiz.
Selama sesi tanya jawab berlangsung, para peserta antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar zakat. Sampai tidak terasa adzan asar berkumandang, tanda acara ceramah dari Abu Faiz ini berakhir. Para peserta pun meninggalkan ruang pertemuan. Mereka mengambil airwudu dan bergabung dengan para jamaah lain untuk shalat.
Selama berada di tengah para santri pondok pesantren Nur Iman, Wisnu dan teman-temannya merasakan kebersamaan yang begitu akrab, sekalipun di anatar mereka baru saling mengenal. Sungguh indah Islam itu, kebersamaan terasa keindahan hakikinya bila diikat oleh keimanan. Inilah bukti bahwa persaudaraan hakiki manusia adalah persaudaraan yang dilandasi pada agama: Islam.
Dalam khusuknya shalat, tiba-tiba Wisnu kembali menitikkan airmata. Ia kembali teringat pada ibunya yang telah bertahun-tahun lamanya meninggalkannya. Di setiap gerak shalat, Wisnu seakan melihat bayangan ibunya berjalan di hadapnnya; ibuny berjalan tenang dengan dihiasi cahaya yang sangat indah. Wisnu tersentak kaget ketika bayangan ibunya seakan-akan menyebut-nyebut namanya, “Winsu anakku tercinta.”
Namun demikian, Wisnu berusaha tetap menjaga shalatnya untuk tetap khusyu, meskipun sesungguhnya hatinya benar-benar ingin menangakap bayangan ibunya. Betapa Wisnu menginginkan ibunya kembali untuk membimbing dan memberi kasih sayang. Wisnu ingin ibunya menunjukkan jalan yang bisa mengantarkannya pada kebenaran di dunia yang fana ini.
“Ya, Allah, maafkanlah aku bila shalatku kali ini tidak benar-benar khusyu. Aku benar-benar sangat merindukan ibuku. Aku kirimkan doa dan fatiha untuknya, semoga Engkau selalu melindungi ibuku,” doa Wisnu saat shalatnya selesai.


.....


Malam harinya; pukul 23.00, setelah selesai melakukan rangkaian ibadah ramadhan, para peserta dipersilahkan untuk beristirahat di kamar masing-masing. Segera Wisnu dan amin masuk kamar berukuran 3 X 3 meter yang sangat sederhana namun rapi. Di dindingnya terdapat kaligrafi lafadz bismillah dan ayat kursi, serta rak buku yang dipenuhi dengan kitab-kitab.
Mendapati bantal dan kasur lantai Amin langsung tertidur pulas, sedangkan Wisnu tidak bisa memejamkan mata. Wisnu masih dihantui oleh bayangan ibunya.
Malam semakin larut sehingga cahaya bulan semakin memudar dan gelap pun menyebarkan jalanya di setiap sudut bumi, dan gelapnya malam semakin menambah kegelapan ruang hati Wisnu. Wisnu merasa semakin diteror oleh kegelisahan-kegelisahannya. Wisnu berusaha memejamkan matanya, tapi tetap tidak bisa, meskipun doa-doa sudah dipanjatkan.

Setelah bayangan ibunya mengobrak-abrik jiwanya, kini Wisnu tiba-tiba teringat dengan bapaknya. Sampai sebesar ini Wisnu belum pernah bertemu dengan bapaknya, meskipun kata pamannya, orang yang mengasuh dan membesarkannya, bapaknya masih hidup dan pergi meninggalkannya saat ibunya mengandung dirinya. Tapi, Wisnu tidak ambil peduli dengan keberadaann bapaknya, sepanjang hidup Wisnu justru yang paling dirindukannya adalah ibunya. Ibu yang telah mengandunganya selama sembilan bulan dan memberikan kasih sayang yang luar biasa.
Tapi yang selalu menyesakkan hati Wisnu adalah kenapa ibunya harus meninggal dari sebuah peristiwa yang sederhana, peristiwa yang seharusnya tidak membuat ibunya meninggalkanya untuk selama-lamanya.
Karena kondisi yang terlalu capek, Wisnu pun akhirnya terlelap tidur. Dalam tidur yang penuh kegelisahan itu, Wisnu bermimpi; ibunya datang mememuinya sambil menahan isak-tangis. Ibu Wisnu membisikkan nasihat padanya sembari membelai buah hatinya.
“Wahai anakku, jangan karena ibu telah tiada kau menjadi anak nakal. Ibu slalu ada dihatimu untuk menjagamu. Jadilah anak yang berbakti.”
Wisnu tersentak kaget dan bangun dari tidurnya yang sebentar itu. Dua sudut mata Wisnu pun mengalir air bening, Wisnu merasakan benar kehadiran ibunya yang seakan sedang memeluknya dari belakang, Wisnu bahkan masih terngiang apa yang telah dibisikkan ibunya.
Jarum jam menunjukkkan pukul tiga malam, Wisnu segera bangun dan keluar dari kamarnya. Wisnu berjalan pelan menuju masjid untuk shalat tahajjud. Saat berada di halaman masjid yang begitu luas, Wisnu menghentikan langkahnya dan diam mematung, dipandanginya setiap penjuru halaman depan masjid yang begitu luas. Wisnu tersentak kaget ketika ia seperti merasakan kejadian tragis yang pernah dialaminya; Wisnu yang masih anak-anak melihat ibunya terjatuh dan terinjak-injak saat ngantri dalam pembagian zakat di desanya, di halaman masjid seperti inilah Wisnu terakhir melihat wajah ibunya.
Wisnu pun menangis sejadi-jadinya, tubuhnya bergetar merasakan penderitaan yang sangat berat. Tapi, tiba-tiba Wisnu merasa seperti tubuhnya ada yang memeluknya. Wisnu tersentak kaget karena kehangatan pelukan yang sedang dirasakannya sama seperti pelukan ibunya di masa lalu.
“Bu...” Wisnu memanggil lirih dengan diiringi butiran-butiran airmatanya yang beguguran dari kelopak matanya.
Wisnu sekarang mendapatkan kenyataan yang tidak pernah dipahami bahwa ternyata ia tidak pernah kehilangan ibunya, sekalipun ibunya telah tiada. Wisnu yakin bahwa Ibunya slalu berada dihatinya untuk menjaganya dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Wisnu pun teringat dengan hidupnya yang telah banyak menyia-nyiakan waktu hanya untuk memikirkan kemalangannya dan membuatnya menjadi anak nakal. Saat ini Wisnu telah menyadari kenakalannya yang terdahulu, di mana waktu dulu ia tidak dapat menghargai waktu. Waktunya selalu diisi hanya untuk mengembangkan kenakalan yang membuatnya tidak berharga. Sekarang Wisnu sadar jika ia tidak bisa menghargai waktu, maka waktu juga dapat membuat manusia menjadi tidak berharga.
“Alhamdulillah ya Allah… Engkau memberikan kesempatan untuk memanfaatkan waktuku di pesantren ini.”
Wisnu kembali melangkah menuju masjid dengan terus merasakan kehangatan pelukan dan kasih sayang ibunya yang telah tiada.
.....


KARYA : Ari Sudarsono (3mp1-2008)
SMK WIWOROTOMO PURWOKERTO
Juara I Lomba Cerpen Islami antar Siswa SMU/MA/SMK se-eks Karesidenan Banyumas

Kamis, 28 Agustus 2008

Kegiatan Perayaan HUT Emas SMK Wiworotomo

PURWOKERTO-Hari ini rangkaian kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Emas SMK Wiworotomo dimulai. Hingga puncak acara pada Senin (1/9) mendatang, tepat di HUT yang ke-50 SMK Wiworotomo, akan diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan untuk merayakan ulang tahun emas ini.
Pada hari Kamis/Jumat 28-29 Agustus, diadakan pertandingan futsal dan tenis meja serta pembuatan SIM bagi siswa dengan bekerja dengan pihak polisi lalu lintas (polantas). "Untuk pemenang lomba futsal dan tenis meja disediakan hadiah bagi pemenang juara I, II dan III. Untuk hadiah Juara I uang senilai Rp 750 ribu, Juara II Rp 500 ribu, dan Juara III Rp 250 ribu. Sedangkan program pembuatan SIM dilakukan sebagai bentuk perhatian sekolah kepada siswa yang belum memiliki SIM," jelas Susilo selaku Quality Management Representative (QMR) SMK Wiworotomo.
Kemudian esoknya hari Sabtu 30 Agustus akan diadakan Karnaval yang akan diikuti oleh 12 peleton siswa jurusan teknik mesin, 13 peleton siswa teknik otomotif, dan 7 peleton siswa teknik listrik yang didampingi oleh para guru.
"Dalam karnaval yang bernama Show of Force ini, siswa akan mengenakan beberapa seragam sekolah, diantaranya seragam osis, pramuka, olah raga, serta seragam praktik jurusan. Dan untuk barisan paling depan diisi oleh pasukan pengibar bendera dan panji-panji SMK Wiwrotomo," ujar Susilo Aji.
Mengenai rute yang akan dilewati, Susilo menjelaskan, karnaval akan dimulai pada pukul 08.00 WIB yang akan dilepas langsung oleh ketua Yayasan. Sedangkan rute yang akan dilewati. Yakni start di SMK Wiworotomo kemudian melewati Jalan Jenderal Soedirman - Jalan Stasiun - Jalan Pemuda - Jalan Bank - Jalan Jenderal Soedirman dan Finish di SMK Wiworotomo. "Setelah selesai karnaval, siswa akan dibagikan nasi kuning sebanyak 1500 bungkus yang telah dipersiapkan sekolah," ujar Susilo.
Sementara tepat tanggal 1 September akan dilaksanakan upacara untuk memperingati HUT Emas SMK Wiwrotomo yang diikuti seluruh siswa dan guru pengajar. "Pada hari ini pihak sekolah juga mengundang para kepala sekolah yang pernah memimpin SMK Wiworotomo ini,juga guru dan karyawan yang telah purna tugas, karena mereka telah berjasa ikut membesarkan nama sekolah," ujar Susilo.
Susilo mengungkapkan, sebagai bentuk penghargaan terhadap kemajuan dan prestasi yang telah dicapai SMK Wiworoto, pihak Yayasan memberikan bantuan pengembangan sarana dan prasarana dalam bentuk pembangunan gedung untuk ruang kelas dan kantor senilai Rp 3,5 Milyar.
Beberapa prestasi yang telah dicapai SMK Wiworotomo antara lain dengan angka kelulusan pada ujian nasional yang mencapai 99,17%. Dengan peringkat I nilai rata-rata tertinggi se Kabupten Banyumas untuk mata pelajaran Bahasa Inggris dan peringkat III untuk mata pelajaran Matematika.
SMK Wiworotomo yang memiliki visi Unggul dalam Ilmu, Santun dalam Perilaku, Istiqomah dalam Ibadah ini telah mempunyai akreditasi A sebagai sekolah standar nasional, juga menerapkan sistem manajemem mutu ISO 9001-2000.
(dimuat di halaman 4 Radar Banyumas,29 Agustus 2009)